Laporan Jurnalistik: Hasil Pengamatan Proses Penyuntingan dan Pembuatan Koran Kendari Post

Senin, 05 Desember 2011



Sepekan yang lalu tepatnya Jumat, 13 Mei 2011 Mahasiswa angkatan 2008 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni yang memprogramkan mata kuliah penyuntingan yang secara khusus lebih memilih berkecimpung dalam dunia jurnalistik dibanding drama, mengadakan kunjungan ke Kantor Graha Pena. Salah satu kantor tempat berproduksinya koran Kendari Post yang merupakan koran terbesar di Kota Kendari. Dalam kunjungan ini, para mahasiswa yang berjumlah kurang lebih 48 orang dengan dibimbing oleh salah satu dosen penanggung jawab mata kuliah penyuntingan La Ode Balawa untuk pertama kalinya melakukan kunjungan langsung ke lapangan untuk mengamati bagaimana proses dan alur dari pembuatan koran dan salah satunya adalah koran Kendari Post.
Di kantor Graha Pena ini, para mahasiswa mengadakan seminar atau diskusi sederhana tentang bagaimana sesungguhnya penyuntingan dan tahap-tahap penyuntingan sebuah berita sehingga berita tersebut menjadi layak untuk dipublikasikan. Dalam seminar ini, mahasiswa dipahamkan bahwa kendari post adalah anak perusahaan dari jawa post dan sudah menjadi media massa yang berbadan hukum atau didirikan berdasarkan ketentuan undang-undang yang berlaku. Dalam hal pencarian berita, setiap para berita yang diperoleh yang akan dijadikan sebagai berita yang tercantum dalam koran Kendari Post perlu melewati beberapa tahap dalam hal ini perlu untuk disunting. Setiap orang yang berkecimpung dalam media massa ini memiliki tugas masing-masing dan mewakili bagian tertentu. Misalnya saja bagian bisnis, orang-orang dibagian bisnis  inilah yang bertugas mengelola dan mencari iklan yang akan dimuat dalam koran dan untuk memuat iklan ini tentunya tidak dengan cuma-Cuma.  Selain itu, ada juga bagian produksi dan distribusi. Bagian produksi bertugas memproduksi atau mencipta koran setelah semua berita yang diperoleh selesai disunting kemudian diserahkan pada bagian produksi. Dan kemudian dikelola oleh mereka-mereka yang dibidang distribusi.
Kunjungan kelapangan seperti ini dirasakan sangat bermanfaat bagi mahasiswa-mahasiswa jurnalistik. Bagaimana tidak? Dengan biaya yang bisa dibilang murah, mahasiswa dapat memperoleh ilmu yang jarang bisa diperoleh di ruang kuliah. Di kantor Grahan Pena ini. Para mahasiwa tidak hanya dibebertkan tentang ilmu dan proses dari pembuatan koran sehingga ia menjadi layak untuk diterbitkan namun para mahasiswa juga dituntun untuk bertanya langsung pada setiap orang yang bertanggung jawab dalam proses pembuatan koran ini terutama pada bagian penyuntinga. Dijelaskan bahwa tujuan dari penyuntingan berita ini adalah untuk menghilangkan kesalahan-kesalahan yang ada dalam penulisan dan sumber berita. Berita tidak hanya disungting dari segi penulisan, bahasa, dan gaya penceritaan namun dari segi penampilan dan perpaduan warna pun ikut menjadi target dari penyuntingan.
Setelah berpuas diri mengadakan tanya jawab dengan pimpinan yang bertanggung jawab dalam hal penulis berita yang ruang operasinya terletak di lantai dua kantor Graha Pena, para mahasiswa kemudian dibimbing langsung menuju ruang cetak dimana koran tersebut telah jadi secara utuh. Ruang cetak ini terletak di lantai bawah dan terpisah dari kantor Graha Pena dimana persisnya ia terletak persis di belakang kantor Graha Pena.
Pertama memasuki ruang cetak, para mahasiswa diheran-herankan dengan banyaknya gulungan kertas koran yang berserakan. Mereka terkagum-kagum dan tak menyangka bisa melihat langsung proses pencetakan koran Kendari Post. Salah satu mahasiswa Jurnalistik yang bekerja di koran Kendari Post pun mengaku bahwa selama stehun ia bekerja di media massa ini, seumur-umur baru sekali itu ia menyaksikan langsung bagaimana proses percetakan dari koran yang hampir setiap saat membuat ia berburu berita. Dalam ruang percetakan ini tidak hanya terdapat berbal-bal kertas koran namun juga terdapat sebuah mesin percetakan yang ukurannya sungguh membuat para mahasiswa berdecak heran. Di mesin itulah para petugas percetakan mencetak koran yang akan dterbitkan esok harinya.
Telisik punya telisik, ternyata di ruang percetakan itu tidak hanya mencetak koran Kendari Post namun juga beberapa koran lokal lainnya sebut saja koran Kendari Exspres. Hariono Usman, salah seorang mahasiswa yang sempat mengadakan semacam wawancara dadakan dengan penulis mengakatan ia merasa sangat senang dengan kegiatan kunjungan lapangan seperti ini. Di awal, saat mengikuti seminar ia mengaku kurang tertarik namun setelah ia mengunjungi bagian produksi dan ruang percetakan ia merasa sangat senang dan lebih-lebih ia tidak merasa rugi telah mengikuti kegiatan ini dan berharap akan ada lagi kunjungan-kunjungan ke tempat lainnya.
Akhirnya, para mahasiswa yang mengadakan kunjungan pada sabtu malam itu merasa sangat berkesan dan memperoleh wawasan yang benar-benar sebelumnya tidak pernah mereka bayangkan. Mereka tidak hanya mengetahui bagaimana proses penyuntingan berita di koran Kendari Post namun juga mereka beruntung bisa menyaksikan langsung percetakan koran Kendari Post dan bertemu Mr. Kulmut idola baru mahasiswa Jurnalistik.


0 komentar:

Poskan Komentar

wYmiNoZ saRaNghaE^^ Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template for Bie Blogger Template Vector by DaPino